then why does...?
Friday, February 10, 2012
Hanna Anindhita Giveaway!!!
Tuesday, December 27, 2011
Paramartha's Giveaway, Yay!!
Wednesday, July 13, 2011
PROSES REKONSILIASI BANK
| Step 1 | Balance per Bank Statement Rp. xxx |
| Adjustment : | |
| Add : Deposit in transit Rp. xxx | |
| Deduct : Outsatnding Check (Rp. xxx) | |
| Add or Deduct : Bank Error Rp. xxx |
Deposit in transit (Setoran dalam perjalanan) adalah sejumlah uang yang disetorkan oleh perusahaan ke bank (biasanya pada akhir suatu periode) dan uang tersebut sudah diterima bank tetapi belum dilaporkan di rekening Koran (Bank Statement) karena rekening Koran tersebut dibuat mendahului setoran tersebut.
Outsatnding Checks (Cek yang masih beredar) yaitu cek yang sudah dibuat perusahaan kepada si penerima cek , tetapi sampai akhir periode cek tersebut belum dicairkan. Akibatnya perusahaan sudah mencatat pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya.
Bank error yaitu kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh bank bisa berupa salah dalam menginput amount, mencatat sejumlah uang padahal sejumlah uang tersebut tidak termasuk ke dalam rekening perusahaan.
Langkah kedua yaitu menyesuaikan saldo yang ada di catatan perusahaan ke dalam saldo yang benar. Item-item yang biasanya diadjust adalah sebagai berikut :
| Step 1 | Balance per Book Rp. xxx |
| Adjustment : | |
| Add : Interest earned Rp. xxx | |
| Notes Receivable Collecteg By Bank Rp. xxx | |
| Deduct : NSF Checks (Rp. xxx) | |
| Bank services charge (Rp. xxx) | |
| Check Printing Charges (Rp. xxx) | |
| Add or Deduct : Company Error Rp. xxx |
Bank services charges merupakan biaya yang dikenakan oleh bank yang langsung dikurangakan dari jumlah simpanan di bank seperi biaya administrasi rekening dll.
NSF Check adalah cek kosong yaitu cek yahg disetorkan nasabah ke bank tetapi ternyata tidak dibayar ketika cek tersebut disampaikan ke bank karena jumlah rupiah dalam check lebih besar daripada jumlah giro yang menerbitkan cek. Interest earned adalah pendapatan bunga dari bank yang akan ditambahkan langsung ke giro atau tabungan sehingga peusahaan baru akan tahu sesudah mendapat bank statement. Notes receivable collected by bank adalah piutang perusahaan yang dibayar langsung ke bank oleh konsumen.
Setelah dua langkah tersebut dilakukan tinggal kita bandingkan kedua perhitungan rekonsiliasi dan seharusnya saldo yang sudah diadjust antara kedua catatan itu sama. Setelah balance keduanya tinggal siapkan jurnal deh untuk penyesuaiannya.
Contoh Soal :
Berikut beberapa item yang berkaitan dengan rekonsiliasi bank Restu Collection :
- Rekening Koran bank untuk bulan Maret menunjukan saldo Rp. 34.900.000
- Rekening bank menunjukan adanya biaya bank sebesar Rp 350.000 yang dibebankan ke Restu Collection untuk biaya administrasi bank.
- Di tgl 28 Maret, bank statement menunjukan adanaya cek kosong sebesar Rp 1.000.000. selain itu juga tercatat adanya fee buat bank sebesar Rp. 100.000
- Rekening Koran bank menunjukan adanya charges untuk print out rekening yang dikenakan bank sebesar Rp. 800.000
- Bank mencatat adanya penerimaan bunga sebesar Rp. 80.000 untuk bulan Maret.
- Bank juga mencatat adanya penerimaan dari piutang konsumen yang langsung dosetor ke bank sebesar Rp. 10.000.000 dan adanya charges buat bank sebesar Rp. 400.000.
- Saldo menurut catatan perusahaan adalah Rp 9.670.000
- Selama bulan tersebut perusahaan telah mengeluarkan cek lebih dari 500.000.000. dari sejumlah itu, 31 agustus tercatat bahwa sebesar 30.210.000 belum dicairkan oleh si penerima cek dan cek sebesar Rp. 2.000.000 yang dikeluarkan bulan januri pun belum dicairkan.
- Perusahaan mencacat menerima kas dari konsumen sebesar Rp. 14.500.000 pada akhir maret tapi baru disetor ke bank tgl 1 Aprilnya.
- Tgl 29 Maret perusahaan menyimpan deposit sebesar Rp. 1.540.000 tapi perusaan malah mencacat sebesar Rp 1.450.000
Lalu, berapakah saldo kas yang benar?
Step 1, Sesuiakan Saldo Bank :
| Step 1 | Balance per Bank, 31 March | 34.900.000 | Item #1 |
| Adjustment : | |||
| Deposit intransit | +14.500.000 | Item#9 | |
| Outstanding checks | -32.210.000 | Item#8 | |
| Bank errors | 0 | ||
| Adjusted Blance per Bank | 17.190.000 |
Step 2, sesuaikan saldo buku perusahaan
| Step 2 | Balance per Book, 31 March | 9.670.000 | Item #7 |
| Adjustment : | |||
| Bank services Charges | -350.000 | Item#2 | |
| NSF Check Plus Fee (Charge for Bank) | -1.100.000 | Item#3 | |
| Check Printing Charge | -800.000 | Item#4 | |
| Interest Earned | +80.000 | Item#5 | |
| N/R Collected by bank-fee buat bank | +9.600.000 | Item#6 | |
| Error in company entries | +90.000 | Item #10 | |
| Adjusted balance per book | 17.190.000 |
Jurnal yang dibutuhkan perusahaan adalah sebagi berikut :
Item #2
Ketika bank mengurangi saldo kas perusahaan sebesar Rp 350.000, perusahaan belum mencatat pengeluaran ini sehingga harus menyesuiakan dengan menjurnal
| Dr. Bank Services Charge Exp | Rp 350.000 |
| Cr. Cash | Rp 350.000 |
Item #3 NSF and Fees
Ketika menerima cek dari konsumen maka kita akang mancatat itu sebagai penambahan kas dan pengurangan A/R. tapi ketika kita mau mencairkan cek tersebut ternyata berupa cek kosong maka kita anggap bahwa kita belum menertima pembayaran atas A/R itu dan kita mesti menagihnya kembali ke konsumen. Apabila kita ingin bahwa fee buat bank itu akan diganti oleh konsumen maka jurnalnya
| Dr. A/R | Rp. 1.100.000 |
| Cr. Cash | Rp. 1.100.000 |
Item #4
| Dr. Miscellanous Exp | Rp 800.000 |
| Cr. Cash | Rp 800.000 |
Item #5
| Dr. Cash | Rp. 80.000 |
| Cr. Interest revenue | Rp. 80.000 |
Item #6 N/R collected by bank
| Dr. Cash | Rp 9.600.000 |
| Dr. Bank Service Exp | Rp. 400.000 |
| Cr. N/R | Rp 10.000.000 |
Item #10 Error correction
Ketika kita mendeposit penerimaaan dari sales sebesar Rp. 1.540.000 tetapi yang dijurnal malah 1.450.000, dengan demikian saldo di catatan akan lebih kecil dari saldo sebenarnya sehingga mesti ditambah sebesar selisihnya.
| Dr. Cash | Rp. 90.000 |
| Cr. Sales | Rp. 90.000 |
Source : www.accountingcoach.com
Lower Cost Or Market (LCM)
Mahasiswa akuntansi mungkin sudah pada hafal dengan istilah “Lower Cost Or Market” (LOCOM) atau pun COMWIL (Cost Or Market Whichever Is Lower).
Lalu sebenarnya apa sih LOCOM atau lebih umumnya disingkat “LCM” itu. Mari kita belajar sama-sama. Hehehehe…..
Anggaplah kita mempunyai sebuah toko retail yang menjual barang berupa LCD Komputer yang langsung kita beli dari PT. Samsung Electronics Indonesia. Ini sih tempat kerjaku. Hehehe…
Pada akhir bulan Desember 2009, di gudang kita mempunyai persediaan sebanyak 20 pcs at cost @ Rp. 1.500.000. dan kita berencana akan menjualnya dengan harga @ Rp. 2.000.000, dan harga jual ini kompetitif dibandingkan dengan retail yang lain.
Nah, tiba-tiba pada tanggal 21 Des 2009, Samsung mengumumkan bahwa harga LCD Monitor itu turun dari Rp. 1.500.000 menjadi Rp. 1.350.000. Dengan adanya pengumuman tersebut, para competitor segera membeli produk LCD itu dengan harga yang telah ditetapkan dan mengiklankan kepada customer ada penurunan harga jual yang mulannya Rp.2.000.000 menjadi Rp. 1.850.000 per buah. Nah, di sini lah timbul masalah. Kita harus jula berapa sih? Kalau jual seharga dua juta kapan lakunya toh orang lain jual Rp 1.850.000. hehehe…. Jadi gimana dong?
Jika saja kita menurunkan harga menjadi sama dengan competitor lain, maka tentunya gross profit kita hanya akan menjadi Rp. 350.000/pcs dari yang awalnya direncanakan Rp 500.000/pcs. Dengan demikian, keuntungan yang akan didapat akan menurun sebesar Rp 3.000.000 jika dibandignkan dengan target sebelumnya..
Kemudian timbulah pertanyaan, kapan dan bagaimana “loss” ini dilaporkan dalam Laporan rugi laba? Apakah yang dicantumkan di Balance sheet per 31 Des inventory sebesar Rp. 30.000.000 atau sebesar Rp. 27.000.000?
Berdasarkan metode LCM ini, prosedur penilaian persediaan yang dilakukan adalah dengan memilih nilai yang terendah antara harga pokok dengan harga pasar. Metode ini diterapkan utnuk menilai persediaan yang memeiliki nilai di bawah cost awal yang disebabkan oleh kejadian-kejadian seperti perubahan tingkat harga, kerusakan dan lain sebagainya. Kondisi tersebut tentu akan menyebabkan kerugian perusahaan dan barang tentu pula perusahaan harus mengakui timbulnya kerugian tersebut
Nilai pasar dalam konteks ini (market) yaitu berarti cost untuk menggantikan suatu item dengan cara pembelian atau menghasilkan kembali iten tersebut (replacement cost).
Conservatism Principle
Seorang akuntan biasanya menghubungkan lower cost or market dengan aturan “conservatism principle”. Prinsip ini akan memberikan petunjuk atau arahan bagi seorang akuntan jika dihadapkan pada dua pilihan yang berbeda (dalam valuation amount). Prinsip ini secara langsung akan menuntun mereka untuk memilih amount yang akan mengakibatkan asset bernilai lebih kecil atau menurunkan profit. Nah lalu apa hubungannya istilah ini dengan kasus penjualan LCD monitor tadi? Hehehe….
Baiklah! Pada neraca tanggal 31 Des 2009, akuntan harus mamutuskan antara memilih nilai actual pembelian Rp. 1.500.000/ buah atau nilai penggantinya Rp. 1.350.000/buah untuk menampakan nilai inventory di Balance Sheet. Nah konsep konservatif ini akan memberi arahan bahwa akuntan harus me-reportkan nilai inventory sebesar @Rp 1.350.000 dan mengakui adanya loss/kerugian sebesar Rp 3.000.000 pada income statementnya. Tetapi dalam hal ini ada beberapa batasan dalam menentukan nilai pasar tersebut yaitu harga pasar tidak boleh melebihi nilai berseih yang terealisasikan (Net Realizable Value/NRV) dan nilai pasar tidak boleh lebih rendah dari NRV setelah dikurangi laba normal yang diharapkan.
Harga pasar selalu merupakan nilai tengah dari tiga nilai berikut : replacement cost, NRV dan NRV dikurangi laba normal.
Prosedur Penilaian Persediaan.
- Menentukan nilai pasar (market) yang ditentukan berdasarkan data nilai pengganti, taksiran harga jual, taksiran biaya penjualan, taksiran laba normal yang diharapkan. Dalam tahap ini batas bawah dan batas atas serta nilai pengganti dibandingkna untuk menentukan nilai pasar
- Batas atas (Ceilling Price) : merupakan nilai bersih direalisasikan yaitu harga jual – biaya penjualan. Jika nilai pengganti (replacement) > Ceilling maka Harga pasar adalah Ceilling Price.
- Batas bawah (Floor) : Nilai bersih direalisasikan – laba normal. Jika nilai pengganti (replacement) < Floor, maka Harga pasar adalah Floor.
Source : http://eviramdani.wordpress.com/2010/04/26/lower-cost-or-market-lcm/
Tahukah Kamu?
Kantor akuntan Arthur Andersen didakwa melawan hukum karena menghancurkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengauditan Enron, dan menutup-nutupi kerugian jutaan dolar dalam Skandal Enron yang meledak pada tahun 2001. Hasil keputusan hukum secara efektif menyebabkan kebangkrutan global dari bisnis Arthur Andersen. Kantor-kantor koleganya di seluruh dunia yang berada di bawah bendera Arthur Andersen seluruhnya dijual dan kebanyakan menjadi anggota kantor akuntan internasional lainnya. Di Britania Raya, para partner Arthur Andersen setempat kebanyakan bergabung dengan Ernst & Young dan Deloitte Touche Tohmatsu. Di Indonesia, para partner Arthur Andersen pada akhirnya bergabung dengan Ernst & Young.
Bangkrutnya Arthur Andersen meninggalkan hanya empat kantor akuntan internasional di seluruh dunia, yang menyebabkan masalah besar bagi perusahaan-perusahaan internasional besar, karena mereka diharuskan untuk menggunakan kantor akuntan yang berbeda untuk pekerjaan audit perusahaan dan layanan non-auditnya. Karena itu, hilangnya salah satu kantor akuntan besar itu telah menurunkan tingkat kompetisi di antara kantor-kantor akuntan dan menyebabkan meningkatnya beban akuntansi bagi banyak klien.
Source : Wikipedia
Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli
Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli
1. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
- Jumlah penjual dan pembeli banyak
- Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
- Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
- Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
- Posisi tawar konsumen kuat
- Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
- Sensitif terhadap perubahan harga
- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
2. Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
- Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
- Mirip dengan pasar persaingan sempurna
- Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
- Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
- Relatif mudah keluar masuk pasar
3. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
4. Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
- Hanya terdapat satu penjual atau produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
Tambahan :
- Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
- Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.
Source : http://organisasi.org/bentuk_bentuk_struktur_pasar_konsumen_persaingan_sempurna_monopolistik_oligopoli_dan_monopoli
Cara Belajar Akuntansi
Bagi siswa (mahasiswa) yang masih duduk di bangku sekolah (kuliah) mau tidak mau harus belajar. Bahkan bagi siapapun yang ingin menambah ilmunya, menambah pengetahuannya, akan melakukan kegiatan belajar. Belajar adalah kegiatan utama, kegiatan penting, (meski sebagian ada yang menganggap sebagai kegiatan sampingan). Bagi siswa/mahasiswa, tentu secara lisan akan mengatakan bahwa belajar adalah kegiatan utamanya. Tetapi kenyataannya ada diantara mereka yang mengatakan demikian itu, kegiatan belajarnya lebih banyak ketinggal dibanding dengan kegiatan lainnya. Ya… tentu kegiatan lainnya lebih mengasyikkan dibanding dengan belajar. Belajar satu jam serasa sudah belajar semalam suntuk, bermain selama 5 jam terasa baru lima menit saja. Banyak pula mahasiswa yang menyibukkan diri ke dalam berbagai aktivitas demi untuk mendapatkan pengalaman, sampai-sampai lupa akan tugas belajarnya. Bagi mahasiswa yang sambil kerja (apa kerja sambil kuliah?), mereka kesulitan untuk mengalokasikan waktu belajarnya. Mereka takut pekerjaannya berantakan, akan tetapi takut pula jika nilai kuliahnya jelek.
Harapan terbaik adalah, pekerjaan kantor beres tetapi nilai kuliah juga dapat A. Semua aktivitas lancar dan dapat pengalaman banyak, tetapi juga nilai yang tercantum di KHS adalah A semua. Memang menyenangkan jika semua mata kuliah dapat nilai A, serta materi kuliah dapat dikuasai secara sempurna, dan semua itu diperoleh dengan usaha belajar secara santai. Nah, semua itu dapat Anda capai (berusaha) jika Anda menerapkan strategi belajar secara efektif dan efisien.
Di atas dikatakan bahwa setiap orang memiliki gaya cara belajar sendiri-sendiri. Tetapi, metode belajar yang efektif dan efisien akan memiliki pola yang sama. Metode belajar yang dibahas di sini adalah belajar khusus untuk Mata kuliah Akuntansi di tingkat dasar. Karena tujuan mata kuliah tingkat dasar berbeda dengan mata kuliah tingkat akhir, maka cara belajarpun juga berbeda. Pada tingkat dasar, seperti mata kuliah Pengantar Akuntansi, Akuntansi Biaya, Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Keuangan Lanjutan, dan Akuntansi Manajemen, mahasiswa dituntut selain memahami pengetahuan (materi kuliah) mahasiswa juga dituntut terampil melakukan penghitungan, pencatatan, atau bahkan melakukan pemecahan masalah. Jadi pada mata kuliah tersebut, tahu saja tidak cukup. Anda harus terampil melakukan/mengerjakan sesuatu. Terampil, berarti Anda harus dapat mengerjakan pekerjaan secara cepat dan benar. Karena tujuan yang seperti ini maka dalam ujian jarang ditemui soal yang menanyakan definisi, nama metode, ataupun menanyakan cara /prosedur sesuatu. Kebanyakan soal ujian untuk mata kuliah tersebut adalah kasus. Mahasiswa diminta melakukan penghitungan, pencatatan (proses akuntansi), pembuatan laporan, atau bahkan pembuatan keputusan.
Agar Anda berhasil dalam belajar Akuntansi, Anda harus punya strategi dalam belajar. strategi tersebut meliputi: strategi ketika baca buku, strategi ketika sedang kuliah, strategi ketika menyelesaikan latihan.
Berikut ini TIP singkat untuk belajar Akuntansi
Strategi Baca Buku Akuntansi
1. Baca buku secara saksama.
Yakinkanlah diri Anda telah membaca dan memahami isi buku tersebut. Membaca buku tidak perlu berulang-ulang, sekali saja cukup (asal paham). Baca sekali dan langsung paham.
2. Baca secara urut.
Dalam membaca buku akuntansi, Anda harus membaca secara urut dari bab paling depan, kemudian bab demi bab dibelakangnya (khususnya buku Akuntansi Dasar dan Akuntansi Biaya). Jika Anda tidak paham isi bab 3, tentu akan jauh kesulitan untuk memahami bab 4.
3. Jangan tergesa-gesa dalam membaca.
Pastikan bahwa Anda memahami isi materi yang Anda baca. Biar membaca secara lambat, asal Anda memahami isinya, itu jauh lebih baik daripada Anda membaca cepat tetapi tidak memahami isinya.
4. Beri tanda pada istilah atau kalimat yang menurut Anda paling penting.
5. Membaca bukan sekedar mengeja huruf ataupun angka. Pahami makna setiap kalimat yang Anda baca. Cari tahu asal usul angka hitungan.
6. Hitung ulang angka2 yang ada pada buku itu.
Telusuri asal usul angka itu. Hal ini bukan berarti Anda tidak percaya pada buku itu, akan tetapi jika penelusuran Anda benar, berarti pemahaman Anda juga benar.
7. Buat ringkasan
Agar Anda tidak perlu membaca bab itu berkali-kali, buatlah ringkasan. Ringkasan singkat akan mengingatkan diri Anda pada isi secara keseluruhan. Ringkasan tidak harus berupa kalimat singkat yang ditulis secara kecil-kecil, akan tetapi bisa berupa gambar.
Saat kuliah
1. Pastikan Anda telah mengetahui topik yang akan dibahas dalam pertemuan kuliah. Anda telah membaca materi yang akan dibahas dalam perkuliahan. Jika Anda telah membaca materi tersebut, Anda akan lebih mudah mengikuti materi yang disampaikan dosen.
2. Datang beberapa menit sebelum kuliah dimulai. Dengan datang lebih awal, Anda akan jauh lebih tenang dan siap untuk mengikuti kuliah.
3. Pilih tempat duduk di depan. Tempat duduk akan membantu dalam konsentrasi Anda. Jika Anda pilih di belakang, biasanya akan banyak gangguan. Umumnya mereka yang tidak siap mengikuti perkuliahan akan memilih duduk di belakang.
4. Matikan HP Anda. Ingat “matikan” bukan silence atau quiet mode. HP tidak hanya mengganggu kanan kiri, kelas, tetapi pasti akan mengganggu diri Anda sendiri.
5. Konsentrasikan pikiran Anda pada kuliah. Buang jauh-jauh pikiran Anda yang sering melayang-layang kemana-mana. Selama mengikuti perkuliahan, lupakan aktivitas yang Anda lakukan sebelum kuliah maupun rencana aktivitas setelah kuliah.
6. Jangan sibuk mencatat
Memahami materi itu jauh lebih penting dibandingkan dengan hanya memiliki catatan lengkap. Catatan kuliah dapat Anda peroleh dari ringkasan baca buku, copy transparasi (slide PowerPoint), copy handouts, ataupun copy catatan punya teman.
7. Ajukan pertanyaan
Ikuti jalan pikir dosen. Jika Anda tidak setuju atau Anda tidak paham apa yang disampaikan dosen, ajukan pertanyaan secara sopan. Jika Anda punya pendapat lain, sampaikan secara jelas. Jangan takut bertanya. Umumnya mereka yang sudah belajar sebelum kuliah, mereka punya banyak pertanyaan. Sedangkan mereka yang kuliah tanpa persiapan, mereka tidak punya pertanyaan. Tidak bertanya bukan berarti sudah paham, bisa jadi memang tidak tahu apa yang harus ditanyakan.
8. Jawab pertanyaan
Sering dosen mengajukan pertanyaan dalam menjelaskan suatu materi. Dosen sering mengajak diskusi bersama. Jangan takut salah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jawablah dengan serius. Umumnya dosen tidak akan marah jika jawaban Anda salah, asal Anda tidak menjawab secara sembrono.
9. Tunjukkan kemampuan Anda
Kuliah Akuntansi, sudah pasti akan banyak PR. PR kadang dibahas di kelas. Atau kadang ada soal di kelas yang harus dikerjakan di kelas. Dalam pembahasan soal tersebut sering dosen menyuruh maju mahasiswa baik secara sukarela maupun penunjukan. Jangan takut salah, maju saja. (tentu tidak BoNek lho ya). Dengan Anda mengerjakan di depan kelas, Anda akan merasa yakin bahwa Anda bisa mengerjakannya. Jika pekerjaan Anda ternyata salah, Anda akan terkesan dan Anda tidak akan mengulangi kesalahan tersebut saat ujian nanti.
10. Jangan tunda, segera lengkapi pemahaman Anda dengan membaca ulang materi yang sudah dibahas di kelas tadi, begitu kuliah selesai.
Latihan soal
Anda akan menjadi terampil mengerjakan pekerjaan akuntansi jika Anda sering melakukan latihan. Jika Anda terampil, maka dalam mengerjakan soal ujian Anda akan dapat mengerjakan dalam waktu yang lebih singkat.
1. Cobalah untuk setiap materi, Anda mengerjakan soal latihan. Carilah soal latihan yang ada pada setiap bab pembahasan. Jangan hanya mengerjakan soal jika ada tugas.
2. Untuk latihan tahap awal, Anda bisa lihat soal jawab pada buku. Cobalah terlebih dahulu mengerjakan soal tersebut dan jangan melihat jawabannya. Jika Anda telah selesai mengerjakannya, cocokkan dengan jawaban yang ada. Jangan langsung percaya bahwa jawabanmu salah. Mungkin saja jawaban buku itu yang salah. Diskusikan dengan teman.
3. Kerjakan soal-soal yang memang tidak ada jawabannya. Jika kesulitan, Anda bisa buka buku. Jika tetap sulit, diskusikan dengan teman.
4. Jika Anda telah yakin jawaban benar, cobalah kerjakan lagi soal tersebut. Tetapi kali ini jangan buka buku dan hitung berapa menit yang Anda perlukan.
5. Jika Anda mengerjakan tugas PR, jangan sekali-kali hanya copy-paste pekerjaan teman. Dengan copy-paste Anda hanya menyelesaikan tugas, tetapi Anda tidak belajar. Tujuan dosen memberi tugas adalah agar Anda belajar.
6. Jika Anda terpaksa harus minta bantuan teman untuk mengerjakan PR, cobalah jangan asal copy-paste. Tanyalah mengapa jawabannya demikian. Tanyalah asal usul angka jawabannya. Jika Anda yang ditanya, jawablah sejelas mungkin. Dengan menjawab pertanyaan teman, ilmu Anda tidak akan hilang, justru malah semakin memperbaiki pemahaman Anda.
Itu tadi baru sekedar tip untuk belajar secara singkat. Agar kuliah Anda dapat sukses, tentu masih banyak strategi yang harus Anda persiapkan. Seperti halnya dengan strategi mengerjakan ujian, dll. Begitu juga agar Anda bisa membaca secara nyaman, Anda harus punya buku sendiri. Jika Anda punya buku sendiri, maka Anda akan bebas mencoret, menandai, ataupun menggambari. Jangan mencoret-coret buku perpustakaan.
Source : http://daljono.multiply.com